top of page

Pengetahuan Dasar Perekat UV Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


Apa Itu Lem UV?

Lem UV adalah perekat yang membutuhkan reaksi fotokimia untuk proses pengerasannya. Perekat ini sebenarnya memiliki struktur kimia yang sama dengan kebanyakan perekat lainnya, tetapi bedanya perekat UV memiliki fotoinisiator di dalamnya. Fotoinisiator inilah yang nantinya bereaksi dengan sinar UV dengan panjang gelombang antara 200-400 nm, umumnya digunakan Panjang gelombang 365nm, baru dapat terjadi reaksi fotokimia dan dapat mengeras dalam waktu yang singkat.

Perekat UV memiliki beberapa jenis yang berbeda. Jenis yang paling umum adalah perekat berbasis epoksi dan polimer acrylates banyak ditemukan di pasaran.


Penerapan Perekat UV

Perekat UV banyak digunakan terutama di bidang industri dan produk komersil seperti makanan, kosmetik, alat rumah tangga, otomotif, dan alat medis. Contoh pengaplikasian perekat UV di bidang otomotif adalah perbaikan kaca depan mobil karena perekat UV menghasilkan hasil pengeringan yang bening. Selain itu, UV digunakan di dunia medis karena dinilai ideal untuk aplikasi perekat yang sensitif terhadap ikatan dan tekanan. Misalnya, pada pembuatan alat bantu dengar, pipa drainase, serta untuk menghubungkan pipa PVC dengan konektor alat medis


Pada pembuatan furniture, perekat ini digunakan untuk pembuatan meja dengan cara menempelkan meja kaca pada kaki besi secara presisi.


Kelebihan Perekat UV


1.Mudah mengeras

Pengaplikasian perekat UV dapat mengeras dalam waktu sekitar tiga detik. Pengerasan ini sangat membantu terutama bagi kegiatan industri yang besar. Selain itu, pengguna dapat mengatur jika ingin lebih mempercepat proses pengeringan hanya dengan menambah lampu UV atau menggunakan lampu UV dengan intensitas sinar UV yang lebih tinggi.


2.Kemampuan kerja yang fleksibel

Perekat UV hanya akan dapat mengeras jika disinari oleh lampu UV. Perekat masih berbentuk cair walaupun diletakkan di ruang terbuka dan terpapar cahaya biasa. Ini berarti pengaplikasian dan pengerasan perekat UV dapat diatur kapan saja sesuai keinginan pengguna secara presisi.


3.Bersuhu rendah

Perekat UV memiliki suhu yang rendah sehingga dapat diaplikasikan di bahan yang sensitive terhadap suhu seperti plastik, kain, atau besi lunak. Selain itu, hal ini menjadikan pengguna dapat menghemat biaya pengeluaran energi karena lampu UV yang digunakan untuk proses pengerasan memakan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan oven pemanas yang juga banyak digunakan untuk pengerasan perekat jenis lain.


4.Bebas pelarut

Perekat yang membutuhkan pelarut memakan waktu yang cukup lama ketika proses pengeringan. Selain itu, proses pengeringan tersebut perlu dilakukan di ruangan dengan ventilasi yang baik karena pelarut yang terkandung di dalamnya mudah terbakar dan beracun. Lain halnya dengan perekat UV. Proses pengerasan perekat UV tidak berbahaya bagi pengguna dan aman dilakukan bahkan di dalam ruangan minim ventilasi karena tidak menghasilkan gas.


Kekurangan Perekat UV


1.Dapat menguning setelah beberapa lama

Perekat UV dan resin banyak digunakan karena hasil akhir yang bening dan jelas setelah pengerasan. Namun, ada juga beberapa pengguna yang mengatakan bahwa perekat UV dapat menguning setelah setahun atau dua tahun. Namun, hal ini sebenarnya tidak berlaku bagi semua produk perekat UV. Jika Anda ingin hasilnya tetap bening dan jelas untuk waktu yang lama, sebaiknya cek terlebih dahulu spesifikasi perekat dan ulasan pengguna.


2.Mahal

Perekat UV memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibandingkan dengan lem putih atau lem epoksi karena kebanyakan perekat UV dijual di dalam kemasan berukuran kecil. Selain itu, pengguna juga harus membeli lampu UV untuk proses pengerasannya. Dahulu, lampu UV memiliki harga yang mahal karena lampu UV membutuhkan rangsangan dari campuran merkuri dan gas mulia, seperti hal nya cara kerja lampu neon.




Link Product UV Adhesive Selengkapnya :


7 tampilan0 komentar

留言


Button
Button
Inner-of-CFM3000_edited.png
Button
Inner-of-CFM3000_edited.png
Button
bottom of page